26 Januari 2009

Penelitian tentang penggunaan buah tin sebagai obat diabetes melitus (DM)

EFEK EKSTRAK AIR BUAH TIN (Ficus carica L.) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PUASA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (Rattus norvegicus L.) YANG DIINDUKSI ALOKSAN MONOHIDRAT



Tesis
Oleh: H. Rijal Kamaluddin Husaeni (NIM 20506051)
Kimia ITB

Kata kunci:
Diabetes melitus, Buah tin, Glukosa darah puasa, Somogyi-Nelson, Tikus albino jantan, Aloksan monohidrat

Tanaman tin (Ficus carica L.) merupakan tanaman khas timur tengah yang saat ini tengah dibudidayakan di Indonesia. Meskipun tergolong masih langka, tanaman ini telah dikenal sebagai tanaman yang mempunyai khasiat sebagai antidiabetes. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai efek pemberian ekstrak air buah tin terhadap kadar glukosa darah puasa (GDP) tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus L.) yang telah diinduksi aloksan monohidrat sehingga menderita diabetes dan menentukan efektivitasnya jika dibandingkan dengan pemberian metformin. Sebanyak 28 ekor hewan uji dengan kadar GDP normal dibagi menjadi tujuh kelompok, yaitu K.1, K.2, K.3, K.4, K.5, K.6 dan K.7. Hewan uji pada K.1 tidak diinduksi dengan aloksan monohidrat sehingga digunakan sebagai kontrol negatif, sedangkan sisanya yaitu K.2 sampai dengan K.7 diinduksi dengan aloksan monohidrat. K.2 digunakan sebagai kontrol positif, K.3 diberi metformin 50 mg/kgBB per oral setiap hari sehingga digunakan sebagai kelompok pembanding, sementara K.4, K.5, K.6 dan K.7 digunakan sebagai kelompok pengujian dan diberi ekstrak air buah tin dengan dosis berturut-turut sebesar 25, 50, 100 dan 200 mg/kgBB per oral setiap hari. Kadar GDP pasca induksi diperiksa pada T0, T7, T14 dan T21 dengan glukotester elektrik dan dengan metoda Somogyi-Nelson. Dari penelitian ini diperoleh rata-rata penurunan kadar GDP pasca induksi dari T0 hingga T14 untuk K.1 sampai dengan K.7 berturut-turut sebesar 2,39; -67,13; 524,77; 560,49; 411,47; 487,22; dan 406,68 mg/dL. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air buah tin selama 14 hari dapat menurunkan kadar GDP pada hewan uji yang telah diinduksi aloksan monohidrat. Efek hipoglikemik terbaik diberikan oleh pemberian ekstrak air buah tin dengan dosis 25 mg/kgBB per oral setiap hari, dengan persentase penurunan kadar GDP sebesar 85,24%.


Deskripsi Alternatif:

The fig plant (Ficus carica L.) was typically a Middle East plant that is being cultivated in Indonesia. Though the fig plant was still rare, it has been known that this plant having special quality as antidiabetes. The purpose of this research is to assess the effect of fig fruit water extract on fasting blood glucose (FBG) rate of white mouse male rats (Rattus norvegicus L.) induceed with alloxan monohydrate. The aim of this research is to determine fig fruit water extract effectiveness compared to metphormine, a commercial diabetic drug. Twenty eight test animals with normal FBG rate were used, which were divided to seven groups designated as K.1, K.2, K.3, K.4, K.5, K.6 and K.7. Groups K.1 were used as a control, and not induceed with alloxan monohydrate, while the others, groups K.2 to K.7 were fed used alloxan monohydrate to cause diabetes. Then K.2 was applied as positive control, K.3 was given by metphormine 50 mg/kgBB per oral utilized as a comparator group, whereas K.4, K.5, K.6 and K.7 were applied as test groups which were given a fig fruit water extract with 25, 50, 100 and 200 mg/kgBB dose per oral everyday respectively. The post induction FBG rates were investigated at T0, T7, T14 and T21 utilizing electrical glucotester and Somogyi-Nelson method. The result that the average of post induction FBG rate decreased between T0 and T14 for K.1 to K.7, which were 2.39; -67.13; 524.77; 560.49; 411.47; 487.22; and 406.68 mg/dL respectively. Based on these data, it could be concluded that the fig fruit water can reduce the FBG rate on test animals within 14 days of treatment. The best hypoglycemic effect was obtained on 25 mg/kgBB fig fruit water extract dose per oral everyday, with FBG rate decrease percentage of 85.24%.

1 komentar:

  1. Assalamu 'alaikum.
    Benar juga ya, dimana ada penyakit disitu pasti ada obatnya. ALLOH, Maha Besar.
    Silahkan berkunjung ke www.batujajarpulsa.blogspot.com

    BalasHapus